Kisah Umar Bin Khattab

Ketika Umar Nekad Deklarasi Masuk Islam Kepada Kaum Quraisy

loading...
Ketika Umar Nekad Deklarasi Masuk Islam Kepada Kaum Quraisy
Zaman Umar merupakan zaman yang terbesar dalam sejarah Kedaulatan Islam, bahkan dalam sejarah peradaban umat manusia. Foto/Ilustrasi/Ist
Umar bin Khattab telah mendatangi Rasulullah yang sedang berada di tengah-tengah para sahabatnya di Darul Arqam di Safa, atau mengikutinya dalam perjalanan pulang dari tempat ia salat di Ka'bah ke rumahnya. (Baca juga: Dua Versi Tentang Kisah Masuknya Islam Umar Bin Khattab )

Setelah ditanya oleh Rasulullah: "Apa maksud kedatanganmu?!"

Tanpa ragu ia menjawab: "Kedatangan saya hendak beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya serta kepada segala yang datang dari Allah."

Kini, setelah dirinya menjadi muslim , lalu apa langkah selanjutnya. Apakah dia diam-diam saja seperti tidak pernah terjadi apa-apa, ataukah ia perlu melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu?

Baca juga: Tragedi Qaramithah: Ka'bah Tanpa Hajar Aswad Selama 22 Tahun

Umar bukan tipekal lelaki pasif. Ia ingin melakukan sesuatu. Kini sikap Umar telah dipengaruhi Islam yang begitu kuat. Langkah pertama yang akan diambil Umar adalah mengumumkan keislamannya kepada seluruh kaum Quraisy. “Saya sekarang sudah muslim,” begitu tekadnya.

Maka berceritalah Umar bin Khattab. "Saya teringat betapa kerasnya penduduk Makkah memusuhi Rasulullah Sallalldhu 'alaihi wa sallam sebelum saya datang kepadanya dan menyatakan saya telah menganut Islam,” katanya.

“Pagi keesokan harinya saya datang mengetuk pintu rumah Abu Jahal. Ia membukakan pintu seraya berkata: 'Selamat datang, kemenakanku! Ada apa?' Saya menjawab: 'Saya datang untuk memberitahukan kepada Anda bahwa saya sudah beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya Muhammad dan saya percaya akan segala yang dibawanya.' Ia membanting pintu di depanku sambil berkata: 'Sial kau! Dan berita celaka yang kaubawa!"'

Baca juga: Kisah Penyerangan Kabah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan

Selanjutnya, Umar memutuskan untuk mendeklarasikan dirinya kepada khalayak ramai. Abdullah bin Umar yang ketika bapaknya masuk Islam masih anak-anak tetapi sudah mengerti apa yang dilihatnya, bercerita mengenai keinginan ayahnya itu untuk mengumumkan keislamannya.

Umar menyadari bahwa tindakannya itu berarti menantang kaum kafir Quraisy. Dan ia tidak peduli soal itu. Selanjutnya, Umar mencari figur yang tepat untuk mengumumkan keislamannya itu kepada khalayak ramai. Orang yang dianggap pas adalah Jamil bin Ma'mar al-Jumahi.

Pagi itu Umar bin Khattab pergi menemui Jamil dan mengatakan kepadanya, “Anda tahu, Jamil, bahwa saya sudah menjadi Muslim dan sudah menganut agama Muhammad?”

Baca juga: Islam Turun di Makkah, Benarkah Karena Wilayah Itu Paling Bejat?

Ia tidak tidak mengucapkan sepatah katapun. Tetapi ia langsung berdiri pergi menuju Ka’bah yang pada saat itu banyak kaum Quraisy berkumpul di sana. Umar mengikuti Jamil. Ketika sudah berada di depan pintu masjid, Jamil berteriak sekuat-kuatnya: “Hai Quraisy..! Ketahuilah bahwa Umar bin Khattab sudah menyimpang meninggalkan agama leluhurnya!”

Umar yang ada di belakangnya pun berteriak tak kalah lantang: “Bohong! Tetapi saya sudah masuk Islam dan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya!”

Pada saat itu juga orang-orang gaduh. Mereka mencaci maki Umar. Selanjutnya mereka saling serang hingga saat matahari sudah mulai tinggi.

Baca juga: Kisah Leluhur Rasulullah dan Jabatan Pemegang Kunci Ka'bah

Karena merasa sudah letih, Umar duduk. Ketika orang-orang Quraisy berdiri mengepungnya, Umar berkata, “Lakukanlah sekehendak kalian. Saya bersumpah kalau kami sudah mencapai tiga ratus orang, akan kami tinggalkan semua itu buat kalian, atau kalian tinggalkan buat kami”.

Pada saat kondisi tegang itu, menyeruak ke depan seorang laki-laki tua dari Quraisy mengenakan jubah katun bergaris-garis dan baju bersulam. Begitu sampai di depan ia berkata: “Ada apa ini!?”

“Umar meninggalkan agama leluhurnya,” jawab mereka.
halaman ke-1
preload video