Ketika Umar Nekad Deklarasi Masuk Islam Kepada Kaum Quraisy

Minggu, 07 Juni 2020 - 04:51 WIB
loading...
Ketika Umar Nekad Deklarasi...
Zaman Umar merupakan zaman yang terbesar dalam sejarah Kedaulatan Islam, bahkan dalam sejarah peradaban umat manusia. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Umar bin Khattab telah mendatangi Rasulullah yang sedang berada di tengah-tengah para sahabatnya di Darul Arqam di Safa, atau mengikutinya dalam perjalanan pulang dari tempat ia salat di Ka'bah ke rumahnya. (Baca juga: Dua Versi Tentang Kisah Masuknya Islam Umar Bin Khattab )

Setelah ditanya oleh Rasulullah: "Apa maksud kedatanganmu?!"

Tanpa ragu ia menjawab: "Kedatangan saya hendak beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya serta kepada segala yang datang dari Allah."

Kini, setelah dirinya menjadi muslim , lalu apa langkah selanjutnya. Apakah dia diam-diam saja seperti tidak pernah terjadi apa-apa, ataukah ia perlu melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu?

Baca juga: Tragedi Qaramithah: Ka'bah Tanpa Hajar Aswad Selama 22 Tahun

Umar bukan tipekal lelaki pasif. Ia ingin melakukan sesuatu. Kini sikap Umar telah dipengaruhi Islam yang begitu kuat. Langkah pertama yang akan diambil Umar adalah mengumumkan keislamannya kepada seluruh kaum Quraisy. “Saya sekarang sudah muslim,” begitu tekadnya.

Maka berceritalah Umar bin Khattab. "Saya teringat betapa kerasnya penduduk Makkah memusuhi Rasulullah Sallalldhu 'alaihi wa sallam sebelum saya datang kepadanya dan menyatakan saya telah menganut Islam,” katanya.

“Pagi keesokan harinya saya datang mengetuk pintu rumah Abu Jahal. Ia membukakan pintu seraya berkata: 'Selamat datang, kemenakanku! Ada apa?' Saya menjawab: 'Saya datang untuk memberitahukan kepada Anda bahwa saya sudah beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya Muhammad dan saya percaya akan segala yang dibawanya.' Ia membanting pintu di depanku sambil berkata: 'Sial kau! Dan berita celaka yang kaubawa!"'

Baca juga: Kisah Penyerangan Kabah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan

Selanjutnya, Umar memutuskan untuk mendeklarasikan dirinya kepada khalayak ramai. Abdullah bin Umar yang ketika bapaknya masuk Islam masih anak-anak tetapi sudah mengerti apa yang dilihatnya, bercerita mengenai keinginan ayahnya itu untuk mengumumkan keislamannya.

Umar menyadari bahwa tindakannya itu berarti menantang kaum kafir Quraisy. Dan ia tidak peduli soal itu. Selanjutnya, Umar mencari figur yang tepat untuk mengumumkan keislamannya itu kepada khalayak ramai. Orang yang dianggap pas adalah Jamil bin Ma'mar al-Jumahi.

Pagi itu Umar bin Khattab pergi menemui Jamil dan mengatakan kepadanya, “Anda tahu, Jamil, bahwa saya sudah menjadi Muslim dan sudah menganut agama Muhammad?”

Baca juga: Islam Turun di Makkah, Benarkah Karena Wilayah Itu Paling Bejat?

Ia tidak tidak mengucapkan sepatah katapun. Tetapi ia langsung berdiri pergi menuju Ka’bah yang pada saat itu banyak kaum Quraisy berkumpul di sana. Umar mengikuti Jamil. Ketika sudah berada di depan pintu masjid, Jamil berteriak sekuat-kuatnya: “Hai Quraisy..! Ketahuilah bahwa Umar bin Khattab sudah menyimpang meninggalkan agama leluhurnya!”

Umar yang ada di belakangnya pun berteriak tak kalah lantang: “Bohong! Tetapi saya sudah masuk Islam dan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya!”

Pada saat itu juga orang-orang gaduh. Mereka mencaci maki Umar. Selanjutnya mereka saling serang hingga saat matahari sudah mulai tinggi.

Baca juga: Kisah Leluhur Rasulullah dan Jabatan Pemegang Kunci Ka'bah

Karena merasa sudah letih, Umar duduk. Ketika orang-orang Quraisy berdiri mengepungnya, Umar berkata, “Lakukanlah sekehendak kalian. Saya bersumpah kalau kami sudah mencapai tiga ratus orang, akan kami tinggalkan semua itu buat kalian, atau kalian tinggalkan buat kami”.

Pada saat kondisi tegang itu, menyeruak ke depan seorang laki-laki tua dari Quraisy mengenakan jubah katun bergaris-garis dan baju bersulam. Begitu sampai di depan ia berkata: “Ada apa ini!?”

“Umar meninggalkan agama leluhurnya,” jawab mereka.

“Lalu? Kalau orang mencari sesuatu untuk dirinya sendiri kalian mau apa? Kamu kira Banu Adi bin Ka'b akan menyerahkan anggotanya begitu saja? Biarkan dia..! Seolah mereka pakaian yang sudah tak terpakai..."

Baca juga: Ka'bah: Kisah Nazar Abdul Muthalib Menyembelih Anaknya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Menjadikan Rasulullah...
Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Kiblat Ekonomi Umat
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Jejak Sejarah Ibadah...
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Rekomendasi
Bongkahan Es Terbesar...
Bongkahan Es Terbesar di Dunia, Sebesar Pulau Majorca Hanyut
Blue Fire di Dunia Ada...
Blue Fire di Dunia Ada Berapa? Ada 3 dan Salah Satunya di Indonesia
Terletak di Indonesia,...
Terletak di Indonesia, Patahan Banda Bisa Picu Bencana Melebihi Gempa Turki
Artikel Terkini
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Infografis
Joe Biden Akan Cabut...
Joe Biden Akan Cabut Larangan Masuk bagi Negara Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved