Masya Allah, 4 Bayi Ini Bisa Berbicara dalam Buaian
Rabu, 24 Juni 2020 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
"Maka mulailah pelacur itu menggoda dan membujuk Juraij, tetapi Juraij tidak mudah terpedaya dengan godaan pelacur tersebut. Kemudian pelacur itu pergi mendatangi seorang penggembala ternak yang kebetulan sering berteduh di tempat peribadatan Juraij. Ternyata wanita itu berhasil memperdayainya hingga laki-laki penggembala itu melakukan perzinaan dengannya sampai akhirnya hamil. Setelah melahirkan, wanita pelacur itu berkata kepada masyarakat sekitarnya bahwa: "Bayi ini adalah hasil perbuatan aku dengan Juraij." Mendengar pengakuan wanita itu, masyarakat pun menjadi marah dan benci kepada Juraij.
Kemudian mendatangi rumah peribadatan Juraij dan menghancurkannya. Selain itu, mereka menghakimi Juraij tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya. Lalu Juraij bertanya kepada mereka; "Mengapa kalian lakukan hal ini kepadaku?" Mereka menjawab: "Kami lakukan hal ini kepadamu karena kamu telah berbuat zina dengan pelacur ini hingga ia melahirkan bayi dari hasil perbuatanmu." Juraij berseru: "Dimanakah bayi itu?"
Kemudian mereka menghadirkan bayi hasil perbuatan zina itu dan menyentuh perutnya dengan jari tangannya seraya bertanya: "Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu?" Ajaibnya, sang bayi langsung menjawab: "Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala." Akhirnya mereka menaruh hormat kepada Juraij. Mereka menciuminya dan mengharap berkah darinya. Setelah itu mereka pun berkata: "Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas". Namun Juraij menolak dan berkata: "Tidak usah, tetapi kembalikan saja rumah ibadah seperti semula yang terbuat dari tanah liat." Akhirnya mereka pun mulai melaksanakan pembangunan rumah ibadah itu seperti semula.
3. Bayi yang Sedang Menyusu.
Saat bayi yang sedang menyusu kepada ibunya ini tiba-tiba ada seorang laki-laki yang gagah dan berpakaian yang bagus pula. Lalu ibu bayi tersebut berkata: "Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah anakku ini seperti laki-laki yang sedang mengendarai hewan tunggangan itu!" Ajaibnya, bayi itu berhenti dari susuannya, lalu menghadap dan memandang kepada laki-laki tersebut sambil berkata: "Ya Allah ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Setelah itu, bayi tersebut langsung menyusu kembali kepada ibunya.
Abu Hurairah berkata: "Sepertinya saya melihat RasulullahSAW menceritakan susuan bayi itu dengan memperagakan jari telunjuk beliau yang diisap dengan mulut beliau." Pada suatu ketika, ada beberapa orang yang menyeret dan memukuli seorang wanita seraya berkata: "Kamu wanita tidak tahu diuntung. Kamu telah berzina dan mencuri.’ Tetapi wanita itu tetap tegar dan berkata: "Hanya Allah lah penolongku. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolongku." Kemudian ibu bayi itu berkata: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu!" Tiba-tiba bayi tersebut berhenti dari susuan ibunya, lalu memandang wanita tersebut seraya berkata: "Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya!"
Demikian pernyataan ibu dan bayinya itu terus berlawanan, hingga ibu tersebut berkata kepada bayinya: "Celaka kamu hai anakku! Tadi, ada seorang laki-laki yang gagah dan menawan lewat di depan kita, lalu kamu berdoa kepada Allah: "Ya Allah, jadikanlah anakku seperti laki-laki itu! Namun kamu malah mengatakan: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Kemudian tadi, ketika ada beberapa orang menyeret dan memukuli seorang wanita sambil berkata: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu!" Tetapi kamu malah berkata: "Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! Mendengar pernyataan ibunya itu, sang bayi pun menjawab: "Sesungguhnya laki-laki yang gagah itu seorang yang sombong hingga aku mengucapkan: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Sementara wanita yang dituduh mencuri dan berzina itu tadi sebenarnya adalah seorang wanita yang shalihah, tidak pernah berzina, ataupun mencuri. Oleh karena itu, aku pun berdoa: "Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu!" (HR. Al-Bukhari Muslim)
4. Bayi yang Akan Dilempar ke Dalam Api.
Kisah bayi keempat ini tedapat dalam hadis Shuhaib bin Sinan radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Dulu, sebelum kalian ada seorang raja, ia memiliki tukang sihir, saat tukang sihir sudah tua, ia berkata kepada rajanya: 'Aku sudah tua, kirimlah seorang pemuda kepadaku untuk aku ajari sihir.’ Lalu seorang pemuda datang padanya, ia mengajarkan sihir kepada pemuda itu. (Jarak) antara tukang sihir dan si raja terdapat seorang rahib. Si pemuda itu mendatangi rahib dan mendengar kata-katanya, ia kagum akan kata-kata si rahib itu sehingga bila datang ke si penyihir pasti dipukul.
Pemuda itu mengeluhkan hal itu kepada si rahib, ia berkata: 'Bila tukang sihir hendak memukulmu, katakan 'Keluargaku menahanku', dan bila kau takut pada keluargamu, katakan: 'Si tukang sihir menahanku.' Saat seperti itu, pada suatu hari ia mendekati seekor hewan besar yang menghalangi jalanan orang, ia berkata, 'Hari ini aku akan tahu, apakah tukang sihir lebih baik ataukah pendeta lebih baik.' Ia mengambil batu lalu berkata: 'Ya Allah, bila urusan si rahib lebih Engkau sukai dari pada tukang sihir itu maka bunuhlah binatang ini hingga orang bisa lewat.' Ia melemparkan batu itu dan membunuhnya, orang-orang pun bisa lewat. Ia memberitahukan hal itu kepada si rahib.
Si rahib berkata: 'Anakku, saat ini engkau lebih baik dariku dan urusanmu telah sampai seperti yang aku lihat, engkau akan mendapat ujian, bila kau mendapat ujian jangan menunjukkan padaku'. Si pemuda itu bisa menyembuhkan orang buta dan berbagai penyakit. Salah seorang teman raja yang buta lalu ia mendengarnya, ia mendatangi pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak, ia berkata: 'Sembuhkan aku dan kau akan mendapatkan yang aku kumpulkan di sini.' Pemuda itu berkata: 'Aku tidak menyembuhkan seorang pun, yang menyembuhkan hanyalah Allah, bila kau beriman padaNya, aku akan berdoa kepadaNya agar menyembuhkanmu.' Teman si raja itu pun beriman lalu si pemuda itu berdoa kepada Allah lalu ia pun sembuh.
Teman raja itu kemudian mendatangi raja lalu duduk di dekatnya. Si raja berkata: 'Hai fulan, siapa yang menyembuhkan matamu?' Orang itu menjawab: 'Rabbku'. Si raja berkata: 'Kau punya Rabb selainku?' Orang itu berkata: 'Rabbku dan Rabbmu adalah Allah'. Si raja menangkapnya lalu menyiksanya hingga ia menunjukkan pada pemuda itu lalu pemuda itu didatangkan.
Kemudian mendatangi rumah peribadatan Juraij dan menghancurkannya. Selain itu, mereka menghakimi Juraij tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya. Lalu Juraij bertanya kepada mereka; "Mengapa kalian lakukan hal ini kepadaku?" Mereka menjawab: "Kami lakukan hal ini kepadamu karena kamu telah berbuat zina dengan pelacur ini hingga ia melahirkan bayi dari hasil perbuatanmu." Juraij berseru: "Dimanakah bayi itu?"
Kemudian mereka menghadirkan bayi hasil perbuatan zina itu dan menyentuh perutnya dengan jari tangannya seraya bertanya: "Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu?" Ajaibnya, sang bayi langsung menjawab: "Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala." Akhirnya mereka menaruh hormat kepada Juraij. Mereka menciuminya dan mengharap berkah darinya. Setelah itu mereka pun berkata: "Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas". Namun Juraij menolak dan berkata: "Tidak usah, tetapi kembalikan saja rumah ibadah seperti semula yang terbuat dari tanah liat." Akhirnya mereka pun mulai melaksanakan pembangunan rumah ibadah itu seperti semula.
3. Bayi yang Sedang Menyusu.
Saat bayi yang sedang menyusu kepada ibunya ini tiba-tiba ada seorang laki-laki yang gagah dan berpakaian yang bagus pula. Lalu ibu bayi tersebut berkata: "Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah anakku ini seperti laki-laki yang sedang mengendarai hewan tunggangan itu!" Ajaibnya, bayi itu berhenti dari susuannya, lalu menghadap dan memandang kepada laki-laki tersebut sambil berkata: "Ya Allah ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Setelah itu, bayi tersebut langsung menyusu kembali kepada ibunya.
Abu Hurairah berkata: "Sepertinya saya melihat RasulullahSAW menceritakan susuan bayi itu dengan memperagakan jari telunjuk beliau yang diisap dengan mulut beliau." Pada suatu ketika, ada beberapa orang yang menyeret dan memukuli seorang wanita seraya berkata: "Kamu wanita tidak tahu diuntung. Kamu telah berzina dan mencuri.’ Tetapi wanita itu tetap tegar dan berkata: "Hanya Allah lah penolongku. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolongku." Kemudian ibu bayi itu berkata: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu!" Tiba-tiba bayi tersebut berhenti dari susuan ibunya, lalu memandang wanita tersebut seraya berkata: "Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya!"
Demikian pernyataan ibu dan bayinya itu terus berlawanan, hingga ibu tersebut berkata kepada bayinya: "Celaka kamu hai anakku! Tadi, ada seorang laki-laki yang gagah dan menawan lewat di depan kita, lalu kamu berdoa kepada Allah: "Ya Allah, jadikanlah anakku seperti laki-laki itu! Namun kamu malah mengatakan: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Kemudian tadi, ketika ada beberapa orang menyeret dan memukuli seorang wanita sambil berkata: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu!" Tetapi kamu malah berkata: "Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! Mendengar pernyataan ibunya itu, sang bayi pun menjawab: "Sesungguhnya laki-laki yang gagah itu seorang yang sombong hingga aku mengucapkan: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Sementara wanita yang dituduh mencuri dan berzina itu tadi sebenarnya adalah seorang wanita yang shalihah, tidak pernah berzina, ataupun mencuri. Oleh karena itu, aku pun berdoa: "Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu!" (HR. Al-Bukhari Muslim)
4. Bayi yang Akan Dilempar ke Dalam Api.
Kisah bayi keempat ini tedapat dalam hadis Shuhaib bin Sinan radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Dulu, sebelum kalian ada seorang raja, ia memiliki tukang sihir, saat tukang sihir sudah tua, ia berkata kepada rajanya: 'Aku sudah tua, kirimlah seorang pemuda kepadaku untuk aku ajari sihir.’ Lalu seorang pemuda datang padanya, ia mengajarkan sihir kepada pemuda itu. (Jarak) antara tukang sihir dan si raja terdapat seorang rahib. Si pemuda itu mendatangi rahib dan mendengar kata-katanya, ia kagum akan kata-kata si rahib itu sehingga bila datang ke si penyihir pasti dipukul.
Pemuda itu mengeluhkan hal itu kepada si rahib, ia berkata: 'Bila tukang sihir hendak memukulmu, katakan 'Keluargaku menahanku', dan bila kau takut pada keluargamu, katakan: 'Si tukang sihir menahanku.' Saat seperti itu, pada suatu hari ia mendekati seekor hewan besar yang menghalangi jalanan orang, ia berkata, 'Hari ini aku akan tahu, apakah tukang sihir lebih baik ataukah pendeta lebih baik.' Ia mengambil batu lalu berkata: 'Ya Allah, bila urusan si rahib lebih Engkau sukai dari pada tukang sihir itu maka bunuhlah binatang ini hingga orang bisa lewat.' Ia melemparkan batu itu dan membunuhnya, orang-orang pun bisa lewat. Ia memberitahukan hal itu kepada si rahib.
Si rahib berkata: 'Anakku, saat ini engkau lebih baik dariku dan urusanmu telah sampai seperti yang aku lihat, engkau akan mendapat ujian, bila kau mendapat ujian jangan menunjukkan padaku'. Si pemuda itu bisa menyembuhkan orang buta dan berbagai penyakit. Salah seorang teman raja yang buta lalu ia mendengarnya, ia mendatangi pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak, ia berkata: 'Sembuhkan aku dan kau akan mendapatkan yang aku kumpulkan di sini.' Pemuda itu berkata: 'Aku tidak menyembuhkan seorang pun, yang menyembuhkan hanyalah Allah, bila kau beriman padaNya, aku akan berdoa kepadaNya agar menyembuhkanmu.' Teman si raja itu pun beriman lalu si pemuda itu berdoa kepada Allah lalu ia pun sembuh.
Teman raja itu kemudian mendatangi raja lalu duduk di dekatnya. Si raja berkata: 'Hai fulan, siapa yang menyembuhkan matamu?' Orang itu menjawab: 'Rabbku'. Si raja berkata: 'Kau punya Rabb selainku?' Orang itu berkata: 'Rabbku dan Rabbmu adalah Allah'. Si raja menangkapnya lalu menyiksanya hingga ia menunjukkan pada pemuda itu lalu pemuda itu didatangkan.
Lihat Juga :