Kisah Tabiin Cerdas Iyas Bin Mu’awiyah Al-Muzanni
Jum'at, 26 Juni 2020 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Al-Ghafiqi, Terulangnya Tragedi Uhud yang Memilukan
“Dari sisi mana dikatakan haram, sedangkan ia tidak lebih dari buah dan air yang diolah, sedangkan keduanya sama-sama halal?” ujar Duhqan mendebat.
“Apakah engkau sudah selesai bicara, wahai Duhqan, ataukah masih ada yang hendak kau sampaikan?” potong Iyas.
“Sudah, silahkan bicara!”
Baca juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain
“Seandainya aku mengambil air dan kusiramkan ke mukamu, apakah terasa sakit?” ujar Iyas.
“Tidak!”
“Jika aku mengambil segenggam pasir dan kulemparkan kepadamu, apakah terasa sakit?” Iyas bertanya lagi.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Putranya Saat Merayakan Hari Raya
“Tidak!” jawab Duhqan.
“Jika aku mengambil segenggam semen dan kulempar kepadamu, apakah terasa sakit?”
“Tidak!”
“Sekarang, jika kuambil pasir, lalu kucampur dengan segenggam semen, lalu aku tuangkan air di atasnya dan kuaduk, lalu kujemur hingga kering, lalu kupukulkan kepalamu, apakah terasa sakit?” ujar Iyas kemudian. (Baca juga: Zubair: Orang Pertama yang Menghunuskan Pedang di Jalan Allah )
“Benar. Bahkan itu bisa membunuhku,” ujar Duhqan membenarkan.
“Begitulah halnya dengan khamr,” kata Iyas. “Di saat kau kumpulkan bagian-bagiannya lalu kau olah menjadi minuman yang memabukkan, maka menjadi haram,” jelasnya. (Baca juga: Tangis Si Kecil di Tengah Malam yang Mengaduk-aduk Perasaan Bunda )
“Dari sisi mana dikatakan haram, sedangkan ia tidak lebih dari buah dan air yang diolah, sedangkan keduanya sama-sama halal?” ujar Duhqan mendebat.
“Apakah engkau sudah selesai bicara, wahai Duhqan, ataukah masih ada yang hendak kau sampaikan?” potong Iyas.
“Sudah, silahkan bicara!”
Baca juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain
“Seandainya aku mengambil air dan kusiramkan ke mukamu, apakah terasa sakit?” ujar Iyas.
“Tidak!”
“Jika aku mengambil segenggam pasir dan kulemparkan kepadamu, apakah terasa sakit?” Iyas bertanya lagi.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Putranya Saat Merayakan Hari Raya
“Tidak!” jawab Duhqan.
“Jika aku mengambil segenggam semen dan kulempar kepadamu, apakah terasa sakit?”
“Tidak!”
“Sekarang, jika kuambil pasir, lalu kucampur dengan segenggam semen, lalu aku tuangkan air di atasnya dan kuaduk, lalu kujemur hingga kering, lalu kupukulkan kepalamu, apakah terasa sakit?” ujar Iyas kemudian. (Baca juga: Zubair: Orang Pertama yang Menghunuskan Pedang di Jalan Allah )
“Benar. Bahkan itu bisa membunuhku,” ujar Duhqan membenarkan.
“Begitulah halnya dengan khamr,” kata Iyas. “Di saat kau kumpulkan bagian-bagiannya lalu kau olah menjadi minuman yang memabukkan, maka menjadi haram,” jelasnya. (Baca juga: Tangis Si Kecil di Tengah Malam yang Mengaduk-aduk Perasaan Bunda )
(mhy)
Lihat Juga :