3 Hal yang Dapat Mengeluarkan Perempuan dari Batas Tabarruj
Selasa, 27 September 2022 - 05:15 WIB
loading...
Ada 3 hal yang dapat mengeluarkan perempuan dari batas tabarruj atau kesopanan Islam. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi mengatakan beberapa hal yang dapat mengeluarkan perempuan dari batas tabarruj atau kesopanan Islam, yaitu hendaknya dia dapat menepati hal-hal sebagai berikut:
1. Ghadh-dhul Bashar (menundukkan pandangan), sebab perhiasan perempuan yang termahal ialah malu, sedang bentuk malu yang lebih tegas ialah: menundukkan pandangan, seperti yang difirmankan Allah: "Katakanlah kepada orang-orang mu'min perempuan hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya."
2. Tidak bergaul bebas sehingga terjadi persentuhan antara laki-laki dengan perempuan, seperti yang biasa terjadi di gedung-gedung bioskop, ruangan-ruangan kuliah, perguruan-perguruan tinggi, kendaraan-kendaraan umum dan sebagainya di zaman kita sekarang ini. Sebab Ma'qil bin Yasar meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:
"Sungguh kepala salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya." (Riwayat Thabarani, Baihaqi, dan rawi-rawinya Thabarani adalah kepercayaan)
3. Pakaiannya harus selaras dengan tata kesopanan Islam.
Baca juga: Tabarruj, Dosa Yang Sering Diremehkan Wanita
Tata Kesopanan Islam
Dalam buku berjudul "Halal dan Haram dalam Islam", al-Qardhawi menyebutkan pakaian menurut tata kesopanan Islam, yaitu terdapatnya sifat-sifat sebagai berikut:
Pertama, harus menutup semua badan, selain yang memang telah dikecualikan oleh al-Quran dalam firmannya: "Apa-apa yang biasa tampak" yang menurut pendapat yang lebih kuat, yaitu muka dan dua tapak tangan.
Kedua, tidak tipis dan tidak membentuk badan sehingga tampak kulit. Sebab sesuai apa yang dikatakan Nabi: "Sesungguhnya termasuk ahli neraka, yaitu perempuan-perempuan berpakaian tetapi telanjang, yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Mereka ini tidak akan masuk sorga dan tidak akan mencium baunya." (Riwayat Muslim)
Maksud berpakaian tetapi telanjang, yaitu: pakaian mereka itu tidak berfungsi menutup aurat, sehingga dapat mensifati kulit yang di bawahnya justru karena tipis dan sempitnya pakaian itu.
Beberapa orang perempuan dari Bani Tamim masuk rumah Aisyah, dengan berpakaian yang sangat tipis, kemudian Aisyah berkata: "Kalau kamu sebagai orang mukmin, maka bukan ini macamnya pakaian orang-orang perempuan mukmin itu." (Riwayat Thabarani dan lain-lain).
Ada pula seorang perempuan yang baru saja menjadi pengantin, dia memakai kudung yang sangat tipis sekali, maka kata Aisyah kepadanya: "Perempuan yang memakai kudung seperti ini berarti tidak beriman dengan surah an-Nur ."
Baca juga: Menghindari Tabarruj Saat Berjilbab Syar'i, Bagaimana Caranya?
1. Ghadh-dhul Bashar (menundukkan pandangan), sebab perhiasan perempuan yang termahal ialah malu, sedang bentuk malu yang lebih tegas ialah: menundukkan pandangan, seperti yang difirmankan Allah: "Katakanlah kepada orang-orang mu'min perempuan hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya."
2. Tidak bergaul bebas sehingga terjadi persentuhan antara laki-laki dengan perempuan, seperti yang biasa terjadi di gedung-gedung bioskop, ruangan-ruangan kuliah, perguruan-perguruan tinggi, kendaraan-kendaraan umum dan sebagainya di zaman kita sekarang ini. Sebab Ma'qil bin Yasar meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:
"Sungguh kepala salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya." (Riwayat Thabarani, Baihaqi, dan rawi-rawinya Thabarani adalah kepercayaan)
3. Pakaiannya harus selaras dengan tata kesopanan Islam.
Baca juga: Tabarruj, Dosa Yang Sering Diremehkan Wanita
Tata Kesopanan Islam
Dalam buku berjudul "Halal dan Haram dalam Islam", al-Qardhawi menyebutkan pakaian menurut tata kesopanan Islam, yaitu terdapatnya sifat-sifat sebagai berikut:
Pertama, harus menutup semua badan, selain yang memang telah dikecualikan oleh al-Quran dalam firmannya: "Apa-apa yang biasa tampak" yang menurut pendapat yang lebih kuat, yaitu muka dan dua tapak tangan.
Kedua, tidak tipis dan tidak membentuk badan sehingga tampak kulit. Sebab sesuai apa yang dikatakan Nabi: "Sesungguhnya termasuk ahli neraka, yaitu perempuan-perempuan berpakaian tetapi telanjang, yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Mereka ini tidak akan masuk sorga dan tidak akan mencium baunya." (Riwayat Muslim)
Maksud berpakaian tetapi telanjang, yaitu: pakaian mereka itu tidak berfungsi menutup aurat, sehingga dapat mensifati kulit yang di bawahnya justru karena tipis dan sempitnya pakaian itu.
Beberapa orang perempuan dari Bani Tamim masuk rumah Aisyah, dengan berpakaian yang sangat tipis, kemudian Aisyah berkata: "Kalau kamu sebagai orang mukmin, maka bukan ini macamnya pakaian orang-orang perempuan mukmin itu." (Riwayat Thabarani dan lain-lain).
Ada pula seorang perempuan yang baru saja menjadi pengantin, dia memakai kudung yang sangat tipis sekali, maka kata Aisyah kepadanya: "Perempuan yang memakai kudung seperti ini berarti tidak beriman dengan surah an-Nur ."
Baca juga: Menghindari Tabarruj Saat Berjilbab Syar'i, Bagaimana Caranya?
Lihat Juga :