Topik Terkait: Abu Nawas Dan Menteri (halaman 2)
Hikmah
Jum'at, 06 November 2020 - 06:44 WIB
Demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan?
Hikmah
Kamis, 18 Juni 2020 - 07:11 WIB
Abu Nawas ingin membuat hal yang berkesan bagi Baginda Raja. Si Cerdik ini duduk di pinggir jalan depan rumahnya. Raja tersenyum melihat tingkah Abu Nawas.
Hikmah
Sabtu, 23 Mei 2020 - 02:58 WIB
Abu Nawas bilang malam sebelumnya telah mendapat perlakuan yang sama seperti itu. Apabila hal itu dilaporkan secara jujur, pasti Baginda tidak akan percaya.
Hikmah
Senin, 26 Oktober 2020 - 06:39 WIB
Dasar Abu Nawas. Merespon omongan istrinya ia pun langsung ke pekarangan, bersujud, dan berteriak keras-keras, Ya Allah, berilah hamba upah seratus keping perak!
Hikmah
Jum'at, 01 Mei 2020 - 16:18 WIB
Tidak seperti biasa, hari itu Baginda ingin menyamar menjadi rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupan di luar istana tanpa sepengetahuan siapa pun.
Hikmah
Rabu, 02 Juni 2021 - 19:44 WIB
Bila saja dapat diprediksi kapan ia datang, tahun berapa, dan hari apa, mungkin seseorang masih bisa mempersiapkan segala amal kebajikan untuk menghadapi apa pun setelah maut menjemput.
Hikmah
Rabu, 26 Januari 2022 - 08:54 WIB
Abu Nawas memberi Baginda Raja itik panggang berkaki satu, soalnya salah satu kakinya sudah ia makan duluan. Begitu jawaban Abu Nawas ketika Baginda memprotesnya.
Hikmah
Kamis, 14 Mei 2020 - 02:47 WIB
Seperti biasa Abu Nawas tidak bisa tidur dan tidak enak makan, la hanya makan sedikit. Sudah dua hari ia meringkuk di dalam penjara. Wajahnya murung.
Hikmah
Jum'at, 03 Juli 2020 - 10:32 WIB
Mendengar penjelasan sang tabib, Abu Nawas tanpa sengaja nyeletuk, wahai Tabib, aku tahu bagaimana membuat tekanan darah temanku yang kikir ini naik dengan cepat.
Hikmah
Jum'at, 29 Mei 2020 - 09:11 WIB
Hai Abu Nawas, mana janjimu? kata Sultan, semua orang ini masing-masing menyerahkan sebutir telur kepadaku, hanya kamu yang tidak, kamu akan dapat hukuman.
Hikmah
Kamis, 30 April 2020 - 17:45 WIB
Baginda memanggil Abu Nawas untuk menyelesaikan kasus sengketa dua perempuan yang memperebutkkan seorang bayi. Masalahnya hakim menemui jalan buntu.
Hikmah
Sabtu, 22 Januari 2022 - 09:35 WIB
Bagaimana mungkin orang secerdas Abu Nuwas berjalan di siang hari dengan membawa lampu, ketika sinar matahari menyorot tajam? Sudah gilakah dia?
Hikmah
Senin, 02 November 2020 - 06:47 WIB
Selalu ada provokator dalam setiap demonstrasi. Begitu juga yang terjadi di era Baginda Khalifah Harun Ar-Rasyid. Abu Nawas tercatat pernah menjadi provokator itu. Demonya anarkis lagi.
Hikmah
Minggu, 06 Februari 2022 - 09:03 WIB
Sang Pangeran mendadak jatuh sakit. Sudah banyak tabib yang didatangkan untuk memeriksa dan mengobati tapi tak seorang pun mampu menyembuhkannya. Abu Nawas pun turun tangan.
Hikmah
Minggu, 01 November 2020 - 07:09 WIB
Baginda mulai mempercayai juga omongan Abu Nawas. Apalagi begitu melihat wajah si cerdik ini yang serius. Lagi pula untuk apa Abu Nawas menyepi di hutan jika itu tidak masalah serius?
Hikmah
Jum'at, 08 Mei 2020 - 03:18 WIB
Secara tak terduga Pangeran jatuh sakit. Sudah banyak tabib yang didatangkan untuk memeriksa dan mengobati tapi tak seorang pun mampu menyembuhkannya.
Hikmah
Sabtu, 12 Februari 2022 - 07:57 WIB
Baginda Raja Harun Al Rasyid bertanya kepada Abu Nawas tentang rahasia dua alam, pertanyaan yang tak bisa dijawab para penasihat raja. Abu Nawas menjawab dengan cepat dan memuaskan.
Hikmah
Minggu, 26 April 2020 - 16:35 WIB
Abu Nawas mengatakan dengan jujur, sungguh mengherankan, telinga Ayah yang sebelah kanan berbau harum sekali. Tapi yang sebelah kiri kok baunya amat busuk?
Hikmah
Kamis, 04 Juni 2020 - 09:12 WIB
Apakah mungkin seorang manusia berenang ke seberang teluk? Saya mau kau mengambil misi ini sebagai tugas terhormat! ujar Baginda kepada Abu Nawas
Hikmah
Senin, 04 Mei 2020 - 02:53 WIB
Kini murid Abu Nawas mengerti mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban berbeda. la bertanya lagi: Wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu Tuhan?