Dalam Perang Sehari 2.000 Pasukan Muslim Sahid, 10.000 Pasukan Persia Tewas
Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:11 WIB
Pasukan gajah. Foto/ilustrasi/Ist
SAMPAI tengah malam pasukan Muslimin masih terus mengadakan tekanan terhadap musuh. Tujuannya hendak mengusirnya dari tempat itu. Ada sebagian yang mereka peroleh dan yang terbunuh pun makin banyak. Sebenarnya sudah hampir dapat mereka kuasai kalau tidak karena jumlah musuh yang sangat besar dan gigihnya perlawanan. (Baca juga: Hari Kedua Perang Kadisiah: Pasukan Persia Tanpa Gajah, Pasukan Muslim di Atas Angin )
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul " Umar bin Khattab " menceritakan sesudah tengah malam itu kedua pihak sudah harus kembali ke markas masing-masing. Mereka akan menyusun dan mengatur barisan baru untuk kembali lagi bertempur keesokan harinya.
Kalangan sejarawan menamakan hari kedua Pertempuran Kadisiah ini dengan sebutan "Agwas". Kalangan orientalis mengira bahwa pemakaian nama tersebut karena Qa'qa' di tempat ini menolong pasukan Sa’ad bin Abi Waqqash dengan pasukan yang datang dari Syam . (Baca juga: Perang Pecah, Pasukan Gajah Ngamuk di Tengah Ramalan Buruk tentang Persia )
Haekal mengatakan untuk menguatkan penafsiran ini memang tidak mudah, kecuali kalau kita menemukan penafsiran serupa untuk peristiwa-peristiwa pertempuran yang lain.
"Kita sudah melihat bahwa untuk pertempuran di Armas tidak mungkin digunakan penafsiran seperti ini," katanya. Sedang malamnya, seusai pertempuran antara Armas dengan Agwas para sejarawan menyebutnya "malam tenang," dan malam sesudah Agwas mereka beri nama "as-Sawad." (Baca juga: Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Sa'ad bin Abi Waqqash Kambuh )
Begitu gembira pasukan Muslimin dengan peristiwa Agwas itu sehingga sesudah itu mereka dapat bergabung kepada kabilahnya masing-masing. Begitu juga Sa’ad senang sekali melihat kekuatan pasukan Muslimin sehingga ketika mau pergi tidur ia berkata kepada beberapa orang di sekitarnya: "Kalau penggabungan mereka sudah selesai, jangan bangunkan saya. Mereka sudah mampu menghadapi musuh. Kalau mereka diam dan yang lain tidak bergabung juga jangan bangunkan saya. Mereka semua sama. Kalau mereka bergabung bangunkanlah saya, karena penggabungan mereka itu tidak baik." (Baca juga: Hadapi Muslim, Persia Kerahkan 120.000 Pasukan dan 33.000 Gajah )
Sesudah merasa puas Sa’ad tidur. Tetapi Qa'qa' bin Amr malam itu mengirim rekan-rekannya yang datang bersama dia dari Syam ke tempat mereka yang lama di Sahara pada pagi hari terjadinya peristiwa Agwas itu. la mengeluarkan perintah kepada mereka, begitu matahari terbit supaya mereka datang seratus demi seratus orang seperti yang mereka lakukan kemarin.
Kalau Hasyim bin Utbah dapat menyusul mereka dengan membawa pasukannya bergabung dalam pertempuran, itulah yang diharapkan. Kalau tidak, perbaruilah harapan mereka dalam bala bantuan, karena harapan akan menambah keberanian dalam berperang dan mereka yakin akan mendapat kemenangan. (Baca juga: Kesalahan Fatal Kaisar Persia Memberi Hadiah Tanah Kepada Delegasi Muslim )
Jumlah Korban
Sampai pagi hari itu kedua angkatan bersenjata dalam posisinya masing-masing. Dari kedua pihak yang tewas dan luka-luka, dua ribu dari pasukan Muslimin dan sepuluh ribu dari pasukan Persia.
Mereka menguburkan jenazah masing-masing dan membawa yang luka-luka ke tempat mereka akan dirawat. Muslimat mengutus dan merawat mereka. Perawat-perawat itu berusaha dengan berbagai cara untuk menghibur dan meringankan penderitaan mereka. (Baca juga: Kisah Delegasi Muslim yang Kurus dan Kumal Itu Bertemu Kaisar Persia )
Muslimat itu juga ikut terlibat dalam pertempuran sengit. Peranan dan jasa mereka dicatat oleh para penyair dan diabadikan dalam buku-buku sejarah.
Tatkala matahari terbit Qa'qa' sudah berdiri di barisan belakang melihat ke arah sahara. Sesudah pasukan berkuda muncul dan dia bertakbir, disambut pula dengan takbir. Mereka berkata: Bala bantuan sudah datang.
Hasyim bin Utbah dan pasukannya datang menyusul pasukan Qa'qa'. Sesudah mengetahui apa yang dilakukan rekan-rekannya itu ia membagi pasukannya ke dalam beberapa regu dan memerintahkan mereka untuk saling menyusul berturut-turut. Jangan ada regu yang bergerak sebelum regu yang lain hilang dari pandangan mata. (Baca juga: Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia )
Dia sendiri berangkat memimpin regu yang pertama bersama Qais bin Hubairah. Bila ia sampai di Kadisiah pasukan Muslimin sudah berbaris dalam keadaan siap tempur. Tatkala saling melihat ia bertakbir dan disambut pula dengan takbir.
Hasyim menyusup ke tengah-tengah sampai mencapai sungai sambil melepaskan panahnya ke arah musuh. Setelah itu ia mundur, kemudian diulangnya lagi. Tetapi dari pihak lawan tak ada yang berani tampil menandinginya.
Menurut Haekal, bala bantuan yang datang untuk pasukan Muslimin tidak mengendorkan semangat pasukan Persia. Peti-peti yang dibawa pasukan gajah sudah diperbaiki dan sejak matahari terbit mereka sudah terlibat pula dalam pertempuran. Mereka yakin pasukan gajah ini akan menghajar pasukan Muslimin lebih hebat dari yang terjadi dalam pertempuran Armas atau pertempuran di hari pertama. (Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam )
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul " Umar bin Khattab " menceritakan sesudah tengah malam itu kedua pihak sudah harus kembali ke markas masing-masing. Mereka akan menyusun dan mengatur barisan baru untuk kembali lagi bertempur keesokan harinya.
Kalangan sejarawan menamakan hari kedua Pertempuran Kadisiah ini dengan sebutan "Agwas". Kalangan orientalis mengira bahwa pemakaian nama tersebut karena Qa'qa' di tempat ini menolong pasukan Sa’ad bin Abi Waqqash dengan pasukan yang datang dari Syam . (Baca juga: Perang Pecah, Pasukan Gajah Ngamuk di Tengah Ramalan Buruk tentang Persia )
Haekal mengatakan untuk menguatkan penafsiran ini memang tidak mudah, kecuali kalau kita menemukan penafsiran serupa untuk peristiwa-peristiwa pertempuran yang lain.
"Kita sudah melihat bahwa untuk pertempuran di Armas tidak mungkin digunakan penafsiran seperti ini," katanya. Sedang malamnya, seusai pertempuran antara Armas dengan Agwas para sejarawan menyebutnya "malam tenang," dan malam sesudah Agwas mereka beri nama "as-Sawad." (Baca juga: Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Sa'ad bin Abi Waqqash Kambuh )
Begitu gembira pasukan Muslimin dengan peristiwa Agwas itu sehingga sesudah itu mereka dapat bergabung kepada kabilahnya masing-masing. Begitu juga Sa’ad senang sekali melihat kekuatan pasukan Muslimin sehingga ketika mau pergi tidur ia berkata kepada beberapa orang di sekitarnya: "Kalau penggabungan mereka sudah selesai, jangan bangunkan saya. Mereka sudah mampu menghadapi musuh. Kalau mereka diam dan yang lain tidak bergabung juga jangan bangunkan saya. Mereka semua sama. Kalau mereka bergabung bangunkanlah saya, karena penggabungan mereka itu tidak baik." (Baca juga: Hadapi Muslim, Persia Kerahkan 120.000 Pasukan dan 33.000 Gajah )
Sesudah merasa puas Sa’ad tidur. Tetapi Qa'qa' bin Amr malam itu mengirim rekan-rekannya yang datang bersama dia dari Syam ke tempat mereka yang lama di Sahara pada pagi hari terjadinya peristiwa Agwas itu. la mengeluarkan perintah kepada mereka, begitu matahari terbit supaya mereka datang seratus demi seratus orang seperti yang mereka lakukan kemarin.
Kalau Hasyim bin Utbah dapat menyusul mereka dengan membawa pasukannya bergabung dalam pertempuran, itulah yang diharapkan. Kalau tidak, perbaruilah harapan mereka dalam bala bantuan, karena harapan akan menambah keberanian dalam berperang dan mereka yakin akan mendapat kemenangan. (Baca juga: Kesalahan Fatal Kaisar Persia Memberi Hadiah Tanah Kepada Delegasi Muslim )
Jumlah Korban
Sampai pagi hari itu kedua angkatan bersenjata dalam posisinya masing-masing. Dari kedua pihak yang tewas dan luka-luka, dua ribu dari pasukan Muslimin dan sepuluh ribu dari pasukan Persia.
Mereka menguburkan jenazah masing-masing dan membawa yang luka-luka ke tempat mereka akan dirawat. Muslimat mengutus dan merawat mereka. Perawat-perawat itu berusaha dengan berbagai cara untuk menghibur dan meringankan penderitaan mereka. (Baca juga: Kisah Delegasi Muslim yang Kurus dan Kumal Itu Bertemu Kaisar Persia )
Muslimat itu juga ikut terlibat dalam pertempuran sengit. Peranan dan jasa mereka dicatat oleh para penyair dan diabadikan dalam buku-buku sejarah.
Tatkala matahari terbit Qa'qa' sudah berdiri di barisan belakang melihat ke arah sahara. Sesudah pasukan berkuda muncul dan dia bertakbir, disambut pula dengan takbir. Mereka berkata: Bala bantuan sudah datang.
Hasyim bin Utbah dan pasukannya datang menyusul pasukan Qa'qa'. Sesudah mengetahui apa yang dilakukan rekan-rekannya itu ia membagi pasukannya ke dalam beberapa regu dan memerintahkan mereka untuk saling menyusul berturut-turut. Jangan ada regu yang bergerak sebelum regu yang lain hilang dari pandangan mata. (Baca juga: Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia )
Dia sendiri berangkat memimpin regu yang pertama bersama Qais bin Hubairah. Bila ia sampai di Kadisiah pasukan Muslimin sudah berbaris dalam keadaan siap tempur. Tatkala saling melihat ia bertakbir dan disambut pula dengan takbir.
Hasyim menyusup ke tengah-tengah sampai mencapai sungai sambil melepaskan panahnya ke arah musuh. Setelah itu ia mundur, kemudian diulangnya lagi. Tetapi dari pihak lawan tak ada yang berani tampil menandinginya.
Menurut Haekal, bala bantuan yang datang untuk pasukan Muslimin tidak mengendorkan semangat pasukan Persia. Peti-peti yang dibawa pasukan gajah sudah diperbaiki dan sejak matahari terbit mereka sudah terlibat pula dalam pertempuran. Mereka yakin pasukan gajah ini akan menghajar pasukan Muslimin lebih hebat dari yang terjadi dalam pertempuran Armas atau pertempuran di hari pertama. (Baca juga: Alasan Strategis Khalifah Umar Menguasai Persia dan Syam )
Lihat Juga :