Meneladani Ibrahim: Teladan dalam Membangun Komunitas Umat (Bagian 1)
Minggu, 25 Juli 2021 - 09:36 WIB
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center. Foto/Ist
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center
Di musim haji dan di musim kurban saat ini kita diingatkan tiga hal dalam Islam yang tidak terpisahkan. Haji itu sendiri, kurban (udhiyah) dan sosok seorang Nabi bernama Ibrahim 'alaihissalam. Ketiga hal ini dalam tatanan ajaran Islam saling terkait, bahkan secara historis saling mengikat.
Hampir semua amalan haji, dari ihram, tawaf, sa'i, wukuf, jamarat, hingga ke korban semuanya merujuk kepada Nabi Ibrahim. Bahkan kurban yang kita peringati (rayakan) tahunan juga merupakan amalan yang ditinggalkan Ibrahim untuk kita.
Esensi keterkaitan dan keterikatan ketiganya sesungguhnya ada pada kenyataan bahwa Islam yang Allah turunkan kepada umat ini adalah tuntunan atau "jalan hidup yang sempurna". Sehingga Islam yang "kaamil" (sempurna) dan ber-Islam secara "kaafah" (menyeluruh) menjadi tuntutan bagi umat ini.
Allah berpesan: "Wahai orang-orang yang beriman. Masuklah kalian ke dalam agama ini secara sempurna. Dan jangan ikuti jalan-jalan syetan. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Al-Qur'an).
Singkatnya, Haji itu simbolisasi kesempurnaan amalan Islam. Di haji terdapat sholat, zakat, puasa, dan semua ritual dzikir, tasbih, dan seterusnya. Sementara Ibrahim adalah sosok yang telah menyempurnakan perintah-perintah Tuhannya. Dan korbanlah yang menjadi pengikat kesempurnaan Islam. Bahwa tidak akan sempurna keislaman seseorang tanpa semangat juang (dikenal dalam Islam dengan jihad). Dan jihad pastinya menuntut pengorbanan.
Meneladani Nabi Ibrahim
Dalam perspektif Islam, Ibrahim memang sosok panutan. Allah dalam beberapa tempat di Al-Qur'an menegaskan, bahkan memerintahkan umat ini untuk menjadikan Ibrahim sebagai "uswah" (role model) atau panutan.
"Sesungguhnya ada keteladanan untuk kalian pada Ibrahim dan mereka yang mengukutinya. Ketika mereka berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian” (Al-Qur'an).
"Dan ikutlah kepada millah Ibrahim." (Al-Qur'an)
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center
Di musim haji dan di musim kurban saat ini kita diingatkan tiga hal dalam Islam yang tidak terpisahkan. Haji itu sendiri, kurban (udhiyah) dan sosok seorang Nabi bernama Ibrahim 'alaihissalam. Ketiga hal ini dalam tatanan ajaran Islam saling terkait, bahkan secara historis saling mengikat.
Hampir semua amalan haji, dari ihram, tawaf, sa'i, wukuf, jamarat, hingga ke korban semuanya merujuk kepada Nabi Ibrahim. Bahkan kurban yang kita peringati (rayakan) tahunan juga merupakan amalan yang ditinggalkan Ibrahim untuk kita.
Esensi keterkaitan dan keterikatan ketiganya sesungguhnya ada pada kenyataan bahwa Islam yang Allah turunkan kepada umat ini adalah tuntunan atau "jalan hidup yang sempurna". Sehingga Islam yang "kaamil" (sempurna) dan ber-Islam secara "kaafah" (menyeluruh) menjadi tuntutan bagi umat ini.
Allah berpesan: "Wahai orang-orang yang beriman. Masuklah kalian ke dalam agama ini secara sempurna. Dan jangan ikuti jalan-jalan syetan. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Al-Qur'an).
Singkatnya, Haji itu simbolisasi kesempurnaan amalan Islam. Di haji terdapat sholat, zakat, puasa, dan semua ritual dzikir, tasbih, dan seterusnya. Sementara Ibrahim adalah sosok yang telah menyempurnakan perintah-perintah Tuhannya. Dan korbanlah yang menjadi pengikat kesempurnaan Islam. Bahwa tidak akan sempurna keislaman seseorang tanpa semangat juang (dikenal dalam Islam dengan jihad). Dan jihad pastinya menuntut pengorbanan.
Meneladani Nabi Ibrahim
Dalam perspektif Islam, Ibrahim memang sosok panutan. Allah dalam beberapa tempat di Al-Qur'an menegaskan, bahkan memerintahkan umat ini untuk menjadikan Ibrahim sebagai "uswah" (role model) atau panutan.
"Sesungguhnya ada keteladanan untuk kalian pada Ibrahim dan mereka yang mengukutinya. Ketika mereka berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian” (Al-Qur'an).
"Dan ikutlah kepada millah Ibrahim." (Al-Qur'an)
Lihat Juga :