Taubat di Bulan Ramadhan: Masih Ada Waktu Sedikit Lagi

Sabtu, 16 Mei 2020 - 16:46 WIB
loading...
Taubat di Bulan Ramadhan:...
tobat itu diungkapkan oleh empat hal: beristighfar dengan lidah, melepaskannya dari tubuh, berjanji dalam hati untuk tidak mengerjakannya kembali, serta meninggalkan rekan-rekan yang buruk. Ilustrasi/Ist
A A A
DALAM kitab Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, di bab “fî al-Isti’ânah wa Dzikr Ramadhân”, Sayyid Abdul Aziz al-Darani (w. 697 H) menyebut bulan Ramadhan adalah saatnya inabah ( tobat ). "Wahai hamba-hamba yang lalai dari kebenaran, padahal telah dibukakan pintunya. Bersiaplah kalian untuk diterima, karena sekarang (Ramadhan) adalah waktunya pengijabahan (dikabulkan). Adam, ayah kalian, menangis karena satu dosa selama tiga ratus tahun (maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai mata [QS. Al-Hasyr: 2]).”

“Wahai hamba-hamba yang melakukan dosa , waspadalah atas ketergelinciran. Sebab, (sebuah kesalahan) bisa membuat orang yang mencintai mengatakan: (inilah perpisahan antara aku dan kau [QS. Al-Kahf: 78]). Bencana terbesar adalah perjalanan kendaraan menuju negeri Sang Kekasih (Allah yang Maha Mencintai) sementara dalam perjalanan mereka telah menyia-nyiakan waktu.”

Wahai orang yang dahulu punya hati yang sehat lantas sakit. Ingatlah kesalahanmu! Dulu, alangkah bagusnya hatimu dan begitu jernihnya minumanmu, maka perbanyaklah kesedihan atas musibah. Tidak ada alasan lagi bagimu kini selain menetapi pintu dokter (penyembuh). Jika kau tidak dapat berobat, menangislah! Karena tangisan adalah modal manusia yang fakir.” (Baca juga: Sambut Ramadhan, Bersihkan Diri dengan Salat Taubat, Begini Caranya )

Sayyid Abdul Aziz al-Darani menyarankan untuk bergegas, jangan sampai penyia-nyian itu menghasilkan ungkapan dalam al-Qur’an (QS Al-Kahfi: 78), “hadza firâq bainî wa bainik—inilah perpisahan antara aku dan kau.”

Selanjutnya beliau mengingatkan bahwa manusia pada mulanya “fitrah” atau suci. Rasullullah bersabda, “kullu mauludin yuladu ‘ala al-fitrah—setiap kelahiran dilahirkan dalam keadaan suci.” Kemudian, dengan melakukan maksiat dan dosa, hati yang semula sehat berubah sakit.

Dengan sisa bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, masih belum terlambat untuk memulainya sekarang. Di bulan maghfirah (ampunan) dan ijabah (pengabulan) ini, akan sangat rugi jika kita hanya berdiam diri tanpa menuju atau berusaha untuk menggapai ampunan dan ridha-Nya. Dan tobat adalah tangga pertama untuk memulainya. Lalu, bagaimana cara dan ciri-ciri tobat yang benar?

Sayyid Abdul Aziz al-Darani menggambarkan tobat yang benar dengan kalimat sebagai berikut:

والتوبة الصادقة تقطع آثار الذنب, إذا صدق التائب أنسي الله تعالي الملائكة ذنوبه وأنسي بقاع الأرض عيوبه ومحا من أم الكتاب زلاته ويحاسبه يوم القيامة عليها

“Tobat yang benar adalah memutus bekas pengaruh-pengaruh dosa. Jika benar tobat seseorang, Allah akan membuat malaikat lupa akan dosa-dosanya dan membuat penduduk bumi lupa akan aib-aibnya. Allah akan menghapus kesalahan/dosa-dosanya dari umm al-kitab dan menghisabnya secara langsung di hari kiamat kelak.”

Sederhananya, tobat yang benar adalah usaha sungguh-sungguh dalam memutus rantai kesalahan sekaligus bekas-bekasnya, dan membersihkan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan dari kesalahan-kesalahan itu. Jika kesalahan itu berkaitan dengan orang lain, dia harus meminta maaf dengan sungguh-sungguh agar orang itu memaafkannya.

Inilah alasan kenapa dalam ciri-ciri benarnya tobat seseorang ditandai dengan “Allah menjadikan para malaikat lupa akan dosa-dosanya dan menjadikan penduduk bumi lupa akan aib-aibnya.” Sebab, jika seseorang sungguh-sungguh bertobat, dia akan menyelesaikan dua tanggungannya sekaligus. (Baca juga: Kisah Tobat Pembunuh 100 Orang yang Bikin Malaikat Berselisih )

Pertama, tanggungannya kepada Allah, dan kedua, tanggungannya kepada makhluk-makhluk Allah. Tanggungan kepada Allah relatif mudah dilakukan, karena ampunan Allah jauh lebih besar dari murkaNya. Pintu tobatnya selalu terbuka untuk hamba-hamba-Nya yang membutuhkan, bahkan yang telah bermaksiat berulang kali sekalipun.

Taubat Nasuha
Tobat yang diperintahkan agar dilakukan oleh kaum mu'minin adalah tobat nasuha (yang semurni-murninya) seperti disebut dalam Al Quran:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Surat Hud Ayat 3 dan...
Surat Hud Ayat 3 dan 52, Dalil Istighfar dan Tobat Pintu Rezeki
Amalan Istighfar, Keutamaan...
Amalan Istighfar, Keutamaan dan Faedahnya dalam Kehidupan
Cara Mengenal Allah...
Cara Mengenal Allah Ta'ala agar Tobat Diterima, Begini Penjelasannya
9 Tanda Diterimanya...
9 Tanda Diterimanya Tobat Kita Diterima Allah SWT, Apa Saja?
Bolehkah mengulang-ulang...
Bolehkah mengulang-ulang Tobat? Bagaimana Hukumnya?
Rekomendasi
Mesir Temukan Minyak...
Mesir Temukan Minyak Baru di Gurun Barat
Gerhana Matahari Hybrid...
Gerhana Matahari Hybrid Super Langka Bakal Terjadi di Indonesia April Ini!
Es Antartika Tiba-tiba...
Es Antartika Tiba-tiba Mencair, Ilmuwan Mulai Panik
Artikel Terkini
Apa Itu Khodam? Begini...
Apa Itu Khodam? Begini Penjelasan Khodam dalam Islam, Benarkah Ada Pendamping Gaib?
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved