10 Hari Terakhir, Hari-Hari Pembebasan dari Api Neraka
Selasa, 19 Mei 2020 - 04:05 WIB
loading...
A
A
A
Lailatul Qadar
Menurut Maulana Syekh Hisyam, malam Lailatul Qadar sejatinya terjadi pada saat Al-Qur'an pertama kali turun. Karena kasih sayangnya pada umatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memohon kepada Allah memberi umatnya dengan suatu pemberian yang agung, yang umat terdahulu belum pernah mendapatkannya.
Maka Allah mengabulkan permohonan Rasulullah tersebut. Allah mengirim malaikat Jibril mengabarkan bahwa umatnya akan mendapatkan Lailatul Qadar.
Tajalli (pengejawantahan) yang agung yang terjadi pada malam pertama kali turunnya Al-Qur’an akan turun hingga yaumil qiyamah (hari kiamat).
Menurut Syekh Hisyam Kabbani, Lailatul Qadar tidak terjadi pada malam ini atau malam itu tapi malam waktu pertama kali turunnya Al-Qur’an.
Sehingga, menurut Moh Yasir Alimi, bila hamba mendekati Allah dengan hati yang ikhlas maka akan dibusanai dengan tajalli Lailatul Qadar sejauh kesungguhan dan niat tulusnya. Bila tanggal 21 berdiri dengan qiyam dan doa dan seterusnya, maka akan menjadi barakah di atas barakah.
Pada malam Lailatul Qadar para malaikat dan malaikat khusus Lailatul Qadar turun. Jumlah bilangan malaikat yang turun saat itu sama dengan jumlah pohon dan batu yang di alam semesta. (Baca juga: Begini Rasanya Disalami Malaikat Jibril di Malam Lailatul Qadar )
Mereka turun untuk memberkati umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengamini doa mereka membusanai mereka dengan tajalli Lailatul Qadar. Malaikat jibril akan menyalami mereka.
Ikhtiar ini memerlukan hati tetap terjaga, jangan sampai terlena maka peluang akan jadi sia sia.
"Sangat terbuka bagi mukmin siapa saja mengganti api di genggamannya dengan kesucian dan keagungan Lailatul Qadar. Kesucian (purity) anugerah agung yang menyertai tajalli itulah yang harus digenggam dan dipertahankan hingga akhir zaman," tuturnya.
(Baca juga: Lailatul Qadar: Bagaimana Datangnya, Apa Tiap Orang akan Mendapatkan? )
Hati yang Hancur Dalam ikhtiar itu maka di hari yang tersisa di Ramadhan yang mulia ini, para ulama mengajak kita meningkatkan ikhtiar menuju kepada Allah dengan ibadah, tilawah, zikir, munajat, dan air mata. Mendekat kepadaNya dengan hati yang hancur.
Telah berlalu usia kita dan kita tidak sungguh-sungguh dalam berdoa dan bertaubat.
Syekh Abdul Karim pernah mengisahkan bahwa ketika Nabi Musa dan Fir’aun berlomba lomba untuk memutar arah aliran sungai nil, doa nabi Musa tidak dikabulkan Allah, justru doa Fir’aun yang dikabulkan.
Menurut Maulana Syekh Hisyam, malam Lailatul Qadar sejatinya terjadi pada saat Al-Qur'an pertama kali turun. Karena kasih sayangnya pada umatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memohon kepada Allah memberi umatnya dengan suatu pemberian yang agung, yang umat terdahulu belum pernah mendapatkannya.
Maka Allah mengabulkan permohonan Rasulullah tersebut. Allah mengirim malaikat Jibril mengabarkan bahwa umatnya akan mendapatkan Lailatul Qadar.
Tajalli (pengejawantahan) yang agung yang terjadi pada malam pertama kali turunnya Al-Qur’an akan turun hingga yaumil qiyamah (hari kiamat).
Menurut Syekh Hisyam Kabbani, Lailatul Qadar tidak terjadi pada malam ini atau malam itu tapi malam waktu pertama kali turunnya Al-Qur’an.
Sehingga, menurut Moh Yasir Alimi, bila hamba mendekati Allah dengan hati yang ikhlas maka akan dibusanai dengan tajalli Lailatul Qadar sejauh kesungguhan dan niat tulusnya. Bila tanggal 21 berdiri dengan qiyam dan doa dan seterusnya, maka akan menjadi barakah di atas barakah.
Pada malam Lailatul Qadar para malaikat dan malaikat khusus Lailatul Qadar turun. Jumlah bilangan malaikat yang turun saat itu sama dengan jumlah pohon dan batu yang di alam semesta. (Baca juga: Begini Rasanya Disalami Malaikat Jibril di Malam Lailatul Qadar )
Mereka turun untuk memberkati umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengamini doa mereka membusanai mereka dengan tajalli Lailatul Qadar. Malaikat jibril akan menyalami mereka.
Ikhtiar ini memerlukan hati tetap terjaga, jangan sampai terlena maka peluang akan jadi sia sia.
"Sangat terbuka bagi mukmin siapa saja mengganti api di genggamannya dengan kesucian dan keagungan Lailatul Qadar. Kesucian (purity) anugerah agung yang menyertai tajalli itulah yang harus digenggam dan dipertahankan hingga akhir zaman," tuturnya.
(Baca juga: Lailatul Qadar: Bagaimana Datangnya, Apa Tiap Orang akan Mendapatkan? )
Hati yang Hancur Dalam ikhtiar itu maka di hari yang tersisa di Ramadhan yang mulia ini, para ulama mengajak kita meningkatkan ikhtiar menuju kepada Allah dengan ibadah, tilawah, zikir, munajat, dan air mata. Mendekat kepadaNya dengan hati yang hancur.
Telah berlalu usia kita dan kita tidak sungguh-sungguh dalam berdoa dan bertaubat.
Syekh Abdul Karim pernah mengisahkan bahwa ketika Nabi Musa dan Fir’aun berlomba lomba untuk memutar arah aliran sungai nil, doa nabi Musa tidak dikabulkan Allah, justru doa Fir’aun yang dikabulkan.
Lihat Juga :