10 Hari Terakhir, Hari-Hari Pembebasan dari Api Neraka

Selasa, 19 Mei 2020 - 04:05 WIB
loading...
10 Hari Terakhir, Hari-Hari...
Bila kita mendekati Allah dengan keikhlasan dan kesungguhan maka bukan kita yang mencari Lailatul Qadar tapi Lailatul Qadar yang mencari kita. Ilusttrasi/SINDOnews
A A A
SAAT ini kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhan . Aneh, 10 hari terakhir ini justru kerap kali diabaikan oleh kebanyakan Muslim Tanah Air. Padahal keistimewaan 10 hari terakhir Ramadhan sangatlah luar biasa.(Baca juga: 10 Malam Terakhir Ramadhan, Waktu Terbaik untuk Berdoa )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut bahwa puasa Ramadhan terbagi tiga bagian, yaitu bagian pertama rahmat (kasih sayang), bagian kedua maghfirah (pengampunan), dan bagian ketiga adalah itqun minan nar (pembebasan dari api neraka).

Kini adalah bagian ketiga itu: itqun minan nar. Makna 'itqun minan naar' adalah satu prestasi atau capaian seorang hamba yang telah melalui proses merengkuh rahmat (kasih sayang) Allah SWT pada 10 hari pertama dan menggapai maghfirah (ampunan)-Nya selama 10 hari kedua. (Baca Juga: Memburu Kemaafan di 10 Hari Terakhir Ramadhan )

Praktis, terbebas dari api neraka tidak dapat dicapai dengan cara singkat dan tiba-tiba. Ia harus dititi, dirajut, dan dipintal sejak awal Ramadhan. Satu konsekuensi yang logis dan balasan yang setimpal bagi siapa saja yang semula telah bersedia secara ikhlas menghidupkan Ramadhan dengan amal ibadah , baik ritual maupun sosial.

Wakil Ketua PWNU Jateng, Moh Yasir Alimi, dalam tulisannya berjudul "Agar Meraih Itqun Minan Nar di Penghujung Ramadhan" yang dipublikasikan di laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), menyebut sejatinya api yang ada di neraka kita bawa sendiri dari dunia. Api yang akan membakar kita di barzah dan di akhirat berada dalam genggaman kita sendiri.

Apakah saat ini kita mengakui sedang memegang api? Kalau kita tidak mengakui maka bagaimana akan dibebaskan dari api neraka. Kita ambil hadis qudsi ini untuk memahamkan api yang dimaksud.

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَابْنَ آدَمَ! كَمْ مِنْ سِرَاجٍ قَدْ أَطْفَأَتْهُ رِيْحُ الْهَوَى، وَكَمْ مِنْ عَابِدٍ قَدْ أَفْسَدَهُ الْعُجْبُ، وَكَمْ مِنْ غَنِيٍّ أَفْسَدَهُ الِغَنَاءُ، وَكَمْ مِنْ فَقِيْرٍ أَفْسَدَهُ الْفَقْرُ، وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ أَفْسَدَتْهُ الْعَافِيَةُ، وَكَمْ مِنْ عَالِمٍ أَفْسَدَهُ الْعِلْمُ، وَكَمْ مِنْ جَاهِلٍ أَفْسَدَهُ الْجَهْلُ. فَلَوْلاَ مَشَايِخُ رُكَّعٌ، وَشَبَابٌ خُشَّعٌ، وَأَطْفَالٌ رُضَّعٌ، وَبَهَائِمُ رُتَّعٌ، لَجَعَلْتُ السَّمَاءَ مِنْ فَوْقِكُمْ حَدِيْدًا، وَالأَرْضَ صَفْصَفًا، وَالتُّرَابَ رَمَادًا، وَلَمَا أَنْزَلْتُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ قَطْرَةً، وَلَمَا أَنْبَتَتْ فِي الأرْضِ مِنْ حَبَّةٍ، وَلَصَبَبْتُ عَلَيْكُمُ العَذَابَ صَبًّا.

Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam! Betapa banyak lampu telah dipadamkan oleh embusan hawa nafsu; betapa banyak ahli ibadah yang dirusak oleh sikap ujubnya; betapa banyak orang kaya yang dihancurkan oleh kekayaannya; betapa banyak orang miskin yang dibinasakan oleh kemiskinannya; betapa banyak orang sehat yang dirusak oleh kesehatannya, betapa banyak orang pandai yang dibinasakan oleh ilmunya; serta betapa banyak orang bodoh yang dirusak oleh kebodohannya sendiri.

Jika bukan karena banyaknya orang tua yang masih melakukan rukuk, anak muda yang beribadah dengan khusyuk, bayi-bayi yang masih menyusu, dan hewan-hewan yang digembala, niscaya Aku jadikan langit di atas kalian menjadi besi, bumi menjadi tandus, dan debu menjadi abu. Serta, tak akan Ku-turunkan hujan bagi kalian setetes pun dari langit, tak akan Ku-tumbuhkan di atas bumi satu benih pun, dan akan Aku timpakan kepada kalian siksa yang keras.” (Diriwayatkan oleh Imam Al-Ghazali, dalam kitab Al-Mawaizh fi Al-Ahadits Al-Qudsiyyah).

Baca Juga: 5 Amalan Utama pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Artinya api itu adalah kesombongan. Baik karena ilmu, usia, kekayaan, jabatan bahkan juga kebodohan. Karena walaupun sebiji sawi saja kesombongan itu, surga tempat yang suci tidak layak bagi kita sampai kita benar-benar melepaskan api kesombongan itu.

Manusia modern telah menjadi lebih buruk dari Fir'aun dan Namrud . Kalau dulu Fir’aun dan Namrud ya hanya satu tapi sekarang ada banyak big size dan small size Fir’aun dan Namrudz. "Sungguh yang diperlukan di 10 hari yang terakhir ini lebih dari sekadar jungkat jungkit ibadah tanpa jiwa, akan tetapi juga ratapan yang tulus kepada Allah dan air mata untuk memadamkan api yang akan membakar kita itu," tulis Moh Yasir Alimi.

Lalu dia mengingatkan beberapa hari yang tersisa ini adalah peluang dari Allah untuk mengganti api dalam genggaman itu dengan rahmat agung berupa Lailatul Qadar yang kadarnya lebih baik daripada 1000 bulan.(Baca Juga: 70 Malaikat Akan Mendoakan Orang yang Mengamalkan Ayat Ini )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
8 Tips agar Sukses Menjalani...
8 Tips agar Sukses Menjalani Puasa Ramadan, Kaum Muslimah Wajib Tahu
Cara Mengenal Allah...
Cara Mengenal Allah Ta'ala agar Tobat Diterima, Begini Penjelasannya
Bacaan Surat Al Qadr...
Bacaan Surat Al Qadr Latin Saja, Lengkap dengan Asbabun Nuzul dan Keutamaannya
Rasulullah Mengucap...
Rasulullah Mengucap 70 Kali Istigfar di Tiap Majlis: Wahai Rabb-ku Ampunilah Daku dan Berilah Aku Tobat
Para Nabi dan Rasul...
Para Nabi dan Rasul Beristigfar: Berikut Ini Tobat Mereka
Ayat-Ayat Al-Quran tentang...
Ayat-Ayat Al-Qur'an tentang Tobat: Orang yang Tidak Bertobat Adalah Zalim
Rekomendasi
Gara-gara Cheetos Jatuh...
Gara-gara Cheetos Jatuh Picu Kekacauan Ekosistem di Gua Terbesar di AS
Begini Proses Terjadinya...
Begini Proses Terjadinya Gerhana Bulan Penumbra, Rumit dan Menarik untuk Disaksikan
Tujuh Matahari Tiba-tiba...
Tujuh Matahari Tiba-tiba Muncul Sekaligus di Langit China
Artikel Terkini
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Infografis
Amalan Utama Pada 10...
Amalan Utama Pada 10 Hari Terakhir Bulan Suci Ramadhan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved