Kafarat Bagi yang Membatalkan Puasa

Rabu, 05 Mei 2021 - 15:51 WIB
loading...
Kafarat Bagi yang Membatalkan...
Bentuk kafarat adalah memerdekakan budak, atau berpuasa 2 bulan berturut-turut, bila tak sanggup maka hendaknya memberi makan kepada enam puluh orang fakir miskin. Foto ilustrasi/ist
A A A
Bila seandainya ada orang yang tidak berpuasa ataupun melanggar sesuatu yang berkaitan dengan hukum-hukum puasa, maka dia membayar kafarat (penebus). Bagaimana kafarat itu diberlakukan? Perbuatan apa saja yang mengharuskan membayar kafarat ini?

Baca juga: Keistimewaan Ayat Favorit dalam Al-Qur'an

Ustadz Ahmad Zainudin Lc, dai yang rutin mengisi kajian di jaringan kanal muslim Rodjatv ini menjelaskan dalam tausiyah onlinenya sebagai berikut; Telah disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, tentang seseorang yang menyetubuhi istrinya di siang hari bulan Ramadhan, dan bahwasnya kewajiban atas lelaki tersebut adalah mengqadha’ dan membayar kafarat (tebusan).

Baca juga: Apakah Berenang Membatalkan Puasa? Bagaimana Hukumnya?

Tebusan tersebut adalah: memerdekakan budak . Jika tidak mendapati adanya budak atau memang tidak punya harta untuk memerdekakan budak, maka dia berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak sanggup berpuasa 2 bulan berturut-turut, maka hendaknya memberi makan kepada enam puluh orang fakir miskin

Ada yang mengatakan bahwasanya tebusan berjima’ di siang hari bulan Ramadhan adalah sesuai dengan pilihan, bukan sesuai dengan urutan. Akan tetapi orang-orang yang meriwayatkan bahwa tebusan ini sesuai dengan urutan lebih banyak, maka riwayat mereka lebih kuat karena jumlah mereka lebih banyak dan karena mereka lebih punya tambahan ilmu.

Baca juga: Zakat Fitrah dan Syarat-syarat Penerimanya

Mereka sepakat bahwasanya siapa yang berjima’ maka dia berbuka (puasanya batal). Dan tidak diriwayatkan di riwayat-riayat yang lain, dan orang yang mengetahui (berilmu) menjadi sandaran hukum atas yang tidak mengetahui. Ahli ilmu yang menguatkan pendapat bahwa harus sesuai urutan adalah dia lebih berhati-hati, karena mengambil pendapat yang sesuai urutan tetap sah kafaratnya, baik bagi yang mengatakan boleh memilih atau tidak, berbeda hal kalau kita mengambil pendapat yang boleh memilih.

Gugurnya Kafarat

Barangsiapa yang telah lazim (wajib) membayar kafarat, tetapi jika dia tidak sanggup untuk membebaskan budak atau berpuasa atau juga tidak mampu bersedah kepada 60 orang fakir miskin, maka kafarat tersebut gugur atasnya, karena tidak ada pembebanan ibadah kecuali disertai dengan kesanggupan. Apabila tidak sanggup maka tidak ada kekuatan.

Baca juga: Jelang Lebaran, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Habib Rizieq

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorag kecuali sesuai dengan kemampuannya.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Baca juga: Dilematis, Larangan Mudik Pasti Pangkas Konsumsi Rumah Tangga

Dan juga dengan dalil perbuatan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, sungguh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menggugurkan kafarat atas seorang lelaki yang berjima’ di bulan Ramadhan, ketika lelaki tersebut memberitahukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kemiskinannya. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kepadanya sekarung kurma agar memberikan makan kepada anak istrinya.

Sedangkan kafarat sendiri hanya berlaku bagi kaum laki-laki, dan tidak wajib bagi perempuan membayar kafarat apabila berjima’ di siang hari pada bulan Ramadhan, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberitahukan tentang sebuah perbuatan yang terjadi antara seorang lelaki dengan istrinya, dan Rasulullah tidak mewajibkan kecuali satu kafarat saja.

Baca juga: Angka Kematian Usia Muda di Malaysia Meningkat, IDI Minta Masyarakat Waspada

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jangan Gampang Bersumpah...
Jangan Gampang Bersumpah dan Nazar, Begini Konsekuensinya Menurut Islam
Hukum Tidak Melaksanakan...
Hukum Tidak Melaksanakan Qadha Puasa Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dosa Kafarat, Pengertian,...
Dosa Kafarat, Pengertian, Dalil dan Cara Menebusnya
Apa Hukumnya jika Janji...
Apa Hukumnya jika Janji Tidak Ditepati dalam Islam? Ternyata Harus Bayar Kafarat
Apa Hukum Salat Kafarat...
Apa Hukum Salat Kafarat dalam Islam?
Kisah Sahabat Nabi yang...
Kisah Sahabat Nabi yang Batal Puasa karena Lihat Istri
Rekomendasi
Serangan Ubur-ubur Paksa...
Serangan Ubur-ubur Paksa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Prancis Ditutup
Cumi-cumi Raksasa Laut...
Cumi-cumi Raksasa Laut Dalam Lahirkan Spesies Baru yang Lebih Besar
Ibnu Khaldun, Ilmuwan...
Ibnu Khaldun, Ilmuwan Islam yang Seluruh Keluarganya Meninggal karena Wabah
Artikel Terkini
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Infografis
Sebelum Islam Datang,...
Sebelum Islam Datang, Puasa Sudah Diwajibkan pada Umat Terdahulu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved