Kisah Umar Bin Khattab Kesal Atas Keputusan Rasulullah SAW Berunding dengan Kaum Kafir

Kamis, 28 April 2022 - 21:23 WIB
loading...
Kisah Umar Bin Khattab...
Umar bin Khattab sempat uring-uringan ketika Rasulullah SAW sudi berunding dengan kafir Quraisy. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Rasulullah SAW mengumumkan tentang keberangkatan menunaikan ibadah haji pada tahun keenam sesudah hijrah ke Madinah. Sesampainya ke dekat Mekkah, pasukan berkuda Quraisy menghadang beliau. Mereka melarang Nabi memasuki Mekkah . Padahal kedatangan Rasulullah untuk menunaikan ibadah haji ; bukan untuk berperang. Oleh karena itu beliau dan para sahabat berhenti di Hudaibiah. Rasulullah ingin berunding dengan pihak Quraisy agar dibukakan jalan untuk melakukan tawaf di Kakbah dan menyelesaikan kewajiban haji.

Baca juga: Pidato Pelantikan Umar bin Khattab yang Menggetarkan

Selanjutnya beliau memanggil Umar Bin Khattab . Beliau memerintahkan agar Umar memasuki Mekkah dan melobi kaum Quraisy mengenai maksud kedatangannya. Hanya saja, Umar keberatan.

"Rasulullah, saya khawatir Quraisy akan mengadakan tindakan terhadap saya, mengingat di Mekkah sudah tidak ada lagi Banu Adi bin Ka'b yang akan melindungi saya. Quraisy sudah cukup mengetahui bagaimana permusuhan saya dan tindakan tegas saya terhadap mereka dulu,” Umar berdalih sembari mengusulkan orang lain untuk tugas itu.

“Saya ingin menyarankan orang yang lebih baik dalam hal ini daripada saya, yaitu Utsman bin Affan ," ujarnya.

Nabi setuju dan Usman pun tidak keberatan. Utsman mengadakan pembicaraan dengan Quraisy dan terpisah dari kaum Muslimin, sehingga dikira ia sudah dibunuh. Maka Rasulullah dan para sahabat mengadakan ikrar akan memerangi Quraisy kalau sampai Utsman dibunuh. Ikrar ini dikenal dengan Bai'at Ridwan.

Tetapi tak lama kemudian Utsman kembali dan mengatakan bahwa untuk menjaga kewibawaan Quraisy di kalangan orang-orang Arab mereka menolak kedatangan kaum Muslimin ke Mekkah tahun ini. Namun mereka tidak menolak perundingan untuk keluar dari suasana permusuhan.

Baca juga: Bidadari Hitam Manis untuk Umar Bin Khattab

Pembicaraan dilanjutkan antara kedua pihak untuk mengadakan perjanjian dan mencari perdamaian. Tetapi Umar tampaknya sudah kesal benar karena Nabi menyetujui pembicaraan demikian, sehingga ia melompat dan pergi menemui Abu Bakar , dan katanya: "Abu Bakar, bukankah dia Rasulullah?"

Abu Bakar menjawab: “Ya, memang!”

“Bukankah kita ini Muslimin?” tanya Umar lagi.

“Ya memang!” kata Abu Bakar lagi.

Umar melanjutkan: “Bukankah mereka kaum musyrik?”

“Ya, benar!” jawab Abu Bakar.

“Mengapa kita mau direndahkan dalam soal agama kita?” tanya Umar.

Akhirnya kata Abu Bakar kepada Umar, “Umar, duduklah. Taatilah dia dan jangan langgar perintahnya. Saya bersaksi, bahwa dia Rasulullah”.

Umar pun kemudian berkata: “Saya bersaksi bahwa dia Rasulullah”.

Baca juga: Kisah Syahidnya Umar bin Khattab dan Kenaikan Pajak

Umar merasa tidak puas pembicaraannya dengan Abu Bakar. Ia pergi menemui Rasulullah dengan garis-garis kemarahan masih membayang di mukanya.

“Rasulullah, bukankah Anda Rasulullah?” tanya Umar.

“Ya, memang,” jawab Nabi.

“Bukankah kita ini Muslimin?” tanya Umar lagi.

“Ya, memang!”

“Bukankah mereka kaum musyrik?”

“Ya, benar!”

“Mengapa kita mau direndahkan dalam soal agama kita?” ujar Umar

Lalu kata Rasulullah: "Saya hamba Allah dan Rasul-Nya. Saya tidak akan melanggar perintah-Nya, dan Dia tidak akan menyesatkan saya."

Baca juga: Sikap Umar Bin Khattab dalam Menjaga Kemuliaan Perempuan

Dengan jawaban itu Umar terdiam. Setelah itu kemudian beliau pernah berkata: "Saya masih mengeluarkan zakat, berpuasa, sholat dan membebaskan budak di antara yang saya kerjakan waktu itu, sebab saya khawatirkan kata-kata yang saya ucapkan itu, sementara saya mengharapkan segala yang terbaik."

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul “Umar bin Khattab” menulis, kita lihat bagaimana Umar begitu percaya diri dan sangat membanggakan pendapatnya. "Betapa Umar tidak akan merasa bangga dengan pendapatnya itu karena Qur'an sudah memperkuat sikapnya dalam menghadapi para tawanan Badar," tulisnya.

la tetap dengan pendapatnya bahwa Abdullah bin Ubai harus dibunuh sampai kemudian ia dapat diyakinkan bahwa perintah Rasulullah lebih besar artinya daripada perintahnya.

Begitu juga ia masih bertahan dengan pendapatnya mengenai Perjanjian Hudaibiah, sampai kemudian turun wahyu memperkuat Rasulullah dan disebutkan bahwa perjanjian itu akan merupakan kemenangan besar.

Baca juga: Para Suami Tirulah Sikap Romantis Umar bin Khattab

Perdebatannya dengan Rasulullah seperti ia berdebat dengan orang lain sebelum dapat dibuktikan kebenarannya, baik dengan wahyu atau melihat bukti yang nyata atau sebaliknya.

"Kita melihat bahwa dengan pikirannya, Umar tidak berorientasi kepada teori-teori yang abstrak yang disusun dan diuji coba agar dapat dijadikan pegangan yang logis, tetapi langsung orientasinya kepada Islam, seperti sebelum itu, dengan pengalaman yang praktis dalam kenyataan hidup yang dihadapinya,''ujar Haekal.

Pengalaman praktis ini jugalah yang menggugah pikirannya mengenai para tawanan Badar, mengenai Abdullah bin Ubai dan mengenai Perjanjian Hudaibiah. Ini juga yang kemudian menggugah pikirannya, yang tidak disertai turunnya wahyu, mengenai persoalan-persoalan umat Islam umumnya, atau yang khusus mengenai Nabi.

Baca juga: Perubahan Tarawih di Masa Khalifah Umar bin Khattab
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Rekomendasi
Ahli Ungkap Semua Gempa...
Ahli Ungkap Semua Gempa di Jawa Berpotensi Menghancurkan dalam Sekejap Mata
Ilmuwan Ungkap Fenomena...
Ilmuwan Ungkap Fenomena Alam Mematikan yang Dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul
Bukan Kiamat, Ahli Pastikan...
Bukan Kiamat, Ahli Pastikan Matahari Terbit dari Utara Siklus Normal
Artikel Terkini
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved